Aku, kasmaran
(seru laki-laki itu)
Tak letih lisanku menuturkan, aku mencintaimu
Aku, kasmaran
Ku nikmati desir-desir lembut dan hangat, tiap kali kusebut namamu
Aku, kasmaran
Ingin rasanya kutuangkan lagi cinta ini pada bejanamu,
Lagi.. lagi.. lagi.. dan lagi...
Aku, kasmaran
Ahh... betapa indahnya rongga jiwa menghirup aroma bahagia ini,
Menyeruak, memenuhi ruang batinku
Aku, kasmaran
Bercintalah denganku,
Dan akan ku bawa kau menembus nirwana
Aku, kasmaran
***
Oh, kekasih yang dirindukan jiwa
Hangatkan aku dengan baramu
Tapi jangan membakarku
Oh, kekasih yang di nantikan raga,
Penantianku kini bertepi sudah,
Datanglah,
Berikan aku berjuta bahagia
***
Aku, kasmaran
Aku datang karena cinta
Aku, kasmaran
Aku sungguh merinduimu
Aku, kasmaran
Aku mencintaimu... lebih dari yang kau kira...
Sungguh! Sangat!
Aku, kasmaran
***
Wahai kekasih yang di rindukan jiwa,
Tahukah kau betapa bahagianya aku?
Betapa girangnya aku hingga ingin menari sepanjang malam?
Wahai kekasih yang dinantikan raga,
Datanglah,
Hampiri aku,
Ikuti nalurimu,
Menarilah bersamaku,
Bawa aku terbang menghampiri nirwana,
Tahtakan aku pada sebuah bintang,
Bintang yang paling terang,
Hingga klimaks bermandikan cahaya,,
***
Aku, kasmaran
Dengan rasa yang semakin membuncah,
yang mengalahkan rasio dan nalar,,
Namun aku harus pergi,
Aku tidak mungkin membawamu serta,
Entahlah,,
Mungkin belum saatnya,
Atau mungkin Sang Pemilik Semesta belum menorehkan tintaNya,
TintaNya untuk taqdir kita,
Maafkan Aku,
***
Oh kekasih yang di rindukan jiwa,
Bagaimana dengan aku?
Bagaimana dengan cinta kita?
Oh kekasih yang di nantikan raga,
Kau tinggalkan aku begitu saja?
Kau tidak mencintaiku lagi?
***
Aku, kasmaran
Dan akan tetap seperti itu,
Sampai kapan pun aku tidak akan pernah berubah,
Karena aku mencintai jiwamu,
Apapun yang terjadi,,
Aku, kasmaran
Ijinkan aku mencintaimu,
Cukup satu,
Itu saja,,
***
Wahai kekasih yang di rindukan jiwa,
di nantikan raga,
Bagaimana jika aku merindukanmu?
***
Pandanglah bintang yang paling terang itu,,
Disana aku akan memandangmu,
Menjagamu,, Hingga:
"jangan paksa aku untuk membencimu, disaat seluruh
manusia di dunia membencimu, dan jangan larang aku untuk mencintaimu
disaat tidak ada lagi orang yang mencintaimu"..
***
Aku, kasmaran
KepadaNya, ku titipkan engkau
Kepada yang memberi cinta,,
Kepada yang memberi debaran di hati,
Kepada yang mengisi gairah dalam hati seluruh manusia,
Kepada yang memberikan kecemburuan hak milik,
Kepada Engkau Wahai Allah 'azza wa jalla,,
Ku janjikan kau atas NamaNya,
Jika pada tintaNya sudah tertulis,
Niscaya akan ku pinang kau,
Walau usia tlah sampai pada batas waktu,,
Waktumu atau waktuku,,
Karena aku mencintai jiwamu,
Apapun yang terjadi,,
Kau ingat?
***
Duhai kekasih yang di rindukan jiwa, di nantikan raga,
Aku kehilanganmu...
***
Wahai Dzat yang menguasai jiwa yang lemah...
Genggamlah jiwaku,
Rengkuhlah aku, Wahai Pemilik Ketetapan akan cinta...
Biarkan.. biarkan.. biarkan.. aku menangis di pangkuanMu,
Sepuasku, sekehendakku,
Hingga sesak ini menjadi lapang...
***
Aku, kasmaran...
(seru laki-laki itu)
..
aku menangis, lelaki apa aku ini...
***
februari, 2011