Rabu, 03 Juni 2015

Barangkali memang bukan cinta
Atau cinta barangkali memang tidak ada
..

Sudahlah lapuk termakan waktu
Dan hilang tergilas zaman
..

Mengikuti alur
Bergerak
Terulur
..

Hanya itu.
Cuma itu.

Selasai.


Sabtu, 09 Mei 2015

entah cinta, entah bukan
yang jelas aku merinduinya,
membiarkannya menari dalam imaji
..
entah cinta, entah bukan
yang jelas aku menikmati siluetnya,
membiarkannya merajai hati
..
entah cinta, entah bukan
lantas apa?

Senin, 01 Desember 2014

aku menangis,

menangisimu?
sepertinya tidak..
..

lantas?

.. aku menangisi masa ..
ya.
aku menangisi setiap detik yang menyertaiku selama ini..
aku menangisi setiap jengkal kehidupanku,
dan, bahkan..
aku menangisi setiap detil kebahagiaanku..
..

aku menangis.
bukan menangisimu.
..
aku menangisi setiap detik.
setiap jengkal.
dan setiap detil..
.. membuatku sesak.
akan apa?

akan suatu masa dimana aku mampu mengenang segalanya.
segala sesakku sebagai manusia.
segala rinduku sebagai jiwa.
segala nafsuku sebagai raga.
..

aku menagis.
ya.
aku menangis dalam tangis.
begitu saja.
pada setiap detik. pada setiap jengkal. pada setiap detil.
..
bukan menangisimu.








Senin, 08 September 2014

"aku mencintai jiwamu apapun yang terjadi.."


really ??


bullshit !!

.
.
.

Senin, 11 November 2013

My Opera

Aku, kasmaran
(seru laki-laki itu)
Tak letih lisanku menuturkan, aku mencintaimu

Aku, kasmaran
Ku nikmati desir-desir lembut dan hangat, tiap kali kusebut namamu

Aku, kasmaran
Ingin rasanya kutuangkan lagi cinta ini pada bejanamu,
Lagi.. lagi.. lagi.. dan lagi...

Aku, kasmaran
Ahh... betapa indahnya rongga jiwa menghirup aroma bahagia ini,
Menyeruak, memenuhi ruang batinku

Aku, kasmaran
Bercintalah denganku,
Dan akan ku bawa kau menembus nirwana

Aku, kasmaran

***

Oh, kekasih yang dirindukan jiwa
Hangatkan aku dengan baramu
Tapi jangan membakarku

Oh, kekasih yang di nantikan raga,
Penantianku kini bertepi sudah,
Datanglah,
Berikan aku berjuta bahagia

***

Aku, kasmaran
Aku datang karena cinta

Aku, kasmaran
Aku sungguh merinduimu

Aku, kasmaran
Aku mencintaimu... lebih dari yang kau kira...
Sungguh! Sangat!

Aku, kasmaran

***

Wahai kekasih yang di rindukan jiwa,
Tahukah kau betapa bahagianya aku?
Betapa girangnya aku hingga ingin menari sepanjang malam?

Wahai kekasih yang dinantikan raga,
Datanglah,
Hampiri aku,
Ikuti nalurimu,
Menarilah bersamaku,

Bawa aku terbang menghampiri nirwana,
Tahtakan aku pada sebuah bintang,
Bintang yang paling terang,
Hingga klimaks bermandikan cahaya,,

***

Aku, kasmaran
Dengan rasa yang semakin membuncah,
yang mengalahkan rasio dan nalar,,

Namun aku harus pergi,
Aku tidak mungkin membawamu serta,
Entahlah,,
Mungkin belum saatnya,
Atau mungkin Sang Pemilik Semesta belum menorehkan tintaNya,
TintaNya untuk taqdir kita,
Maafkan Aku,

***

Oh kekasih yang di rindukan jiwa,
Bagaimana dengan aku?
Bagaimana dengan cinta kita?

Oh kekasih yang di nantikan raga,
Kau tinggalkan aku begitu saja?
Kau tidak mencintaiku lagi?

***

Aku, kasmaran
Dan akan tetap seperti itu,
Sampai kapan pun aku tidak akan pernah berubah,
Karena aku mencintai jiwamu,
Apapun yang terjadi,,

Aku, kasmaran
Ijinkan aku mencintaimu,
Cukup satu,
Itu saja,,

***

Wahai kekasih yang di rindukan jiwa, 

di nantikan raga,
Bagaimana jika aku merindukanmu?

***

Pandanglah bintang yang paling terang itu,,
Disana aku akan memandangmu,
Menjagamu,, Hingga:

"jangan paksa aku untuk membencimu, disaat seluruh manusia di dunia membencimu, dan jangan larang aku untuk mencintaimu disaat tidak ada lagi orang yang mencintaimu"..

***

Aku, kasmaran
KepadaNya, ku titipkan engkau

Kepada yang memberi cinta,,
Kepada yang memberi debaran di hati,
Kepada yang mengisi gairah dalam hati seluruh manusia,
Kepada yang memberikan kecemburuan hak milik,
Kepada Engkau Wahai Allah 'azza wa jalla,,

Ku janjikan kau atas NamaNya,

Jika pada tintaNya sudah tertulis,
Niscaya akan ku pinang kau,
Walau usia tlah sampai pada batas waktu,,
Waktumu atau waktuku,,

Karena aku mencintai jiwamu,
Apapun yang terjadi,,
Kau ingat?

***

Duhai kekasih yang di rindukan jiwa, di nantikan raga,
Aku kehilanganmu...

***

Wahai Dzat yang menguasai jiwa yang lemah...
Genggamlah jiwaku,
Rengkuhlah aku, Wahai Pemilik Ketetapan akan cinta...
Biarkan.. biarkan.. biarkan.. aku menangis di pangkuanMu,
Sepuasku, sekehendakku,
Hingga sesak ini menjadi lapang...

***

Aku, kasmaran...

(seru laki-laki itu)
..
aku menangis, lelaki apa aku ini...

***






februari, 2011

Minggu, 18 Agustus 2013

Cinta.
..

Nyamankah aku?
Tidak.
..

Menikmatinya?
Kadang-kadang.
..

Bahagiakah aku?
Ya! ;)









Rabu, 03 Juli 2013

,

entahlah..

bagiku ini bukan jeda.
..


bagiku,
kau telah pergi. 

.